Pepper, Robot Pertama yang Mampu Membaca Emosi Seseorang


Pepper, Robot Pertama yang Mampu Membaca Emosi Seseorang – Tidak ada yang tak mungkin didunia ini seiring dengan perkembangan peradaban yang semakin canggih. Menciptakan mesin, robot, dan alat canggih lainnya sudah menjadi santapan para proffesor dan ilmuwan dengan tujuan bahan pengamatan atau observasi untuk mahakarya berikutnya.

Membaca emosi yang dilakukan pada sebuah mesin adalah hal yang sangat mustahil, apalagi harus berkaitan dengan otak kanan manusia yang mana akan sulit untuk mengendalikannya kecuali dengan sentuhan ajaib orang jenius. Sebuah niat manusia untuk menciptakan memang besar. Salah satunya adalah impian yang menjadi kenyataan mengenai robot yang dapat membaca emosi manusia dan menjadi teman sosial.

Pada sebuah pertemuan, CEO operator asal Jepang Softbank bernama Masayoshi Son memperkenalkan sebuah robot bernama pepper dengan tinggi 120 cm berwarna putih yang mampu mengenali atau membaca emosi seseorang dan saat ini sudah mulai bertarung dalam pasar dunia.

Bisa dikatakan tidak memiliki emosi apabila terdapat orang yang disebut berperilaku layaknya robot, hal tersebutlah yang menjadikan buah ide para pengembang untuk mematahkan pendapat tersebut dan ketika sudah diluncurkan, berikut ucapan sang CEO “ Hari ini adalah pertama kali dalam sejarah robot dimana kami memberikannya robot dan emosi dalam robot “.

Tidak hanya itu, pepper juga dilengkapi dengan mikrofon canggih berjumlah 4 buah yang bertujuan untuk mengidentifikasi arah suara berasal. Menggunakan teknologi inframerah juga menjadi kepunyaan robot ini dengan maksud menjaga jarak yang efektif dengan manusia. Akan tetapi, teknologi yang membuat robot ini terkesan adalah sensornya yang mampu membaca emosi seseorang.

Tidak hanya itu, Masayoshi juga mengatakan bahwa selama 25 tahun terakhir, dia percaya bahwa ada sebuah program yang mana akan berfungsi layaknya otak kanan manusia untuk mengendalikan emosi dan kepekaan. Dia sangat senang mampu memperkenalkan robot karyanya yang dapat membuktikkan perkataan tersebut. Pepper akan dijadikan sebagai tanda awal menuju langkah awal dalam mimpi besar untuk membuat robot yang lebih canggih lagi.

Disini, pepper mempergunakan teknologi AI ( Artificial Intelligence ) berbasis cloud dengan tujuan menyimpan “ Collective Wisdom “, sebuah istilah yang digunakan perusahaan pengembang pepper untuk digunakan observasi terhadap emosi manusia. Masayoshi berharap bahwa ratusan ribu pepper akan mempelajari banyak emosi di rumah pemiliknya, kemudian saling berbagi data dengan robot pepper lain dan mempercepat pengembangan mereka secara jarak jauh.

Misalnya saja ketika pemilik merayakan pesta bersama dengan kerabat terdekat bersama pepper, maka robot ini akan menyadari momen momen terpenting seperti meniup lilin, berbagi roti, menyanyikan lagu dan mencatat semua emosi mereka saat itu yang kemudian dikirim ke cloud. Akan tetapi, beberapa emosi kecil seperti sedang menonton TV akan sedikit dikurangi.

Robot canggih ini akan mulai mempelajari emosi yang didapat ketika diletakkan di lokasi ritel Softbank tepatnya Omotesando dan Ginza yang mana, para peminat dapat membandrolnya dengan harga JPY 198.000 atau setara dengan 22,96 juta. Sebuah harga yang tidak cukup sedikit untuk memiliki, tapi bisa menjadi teman ketika sedang sendiri.

Softbank menanam modal di perusahaan robotik asal Perancis Aldebaran, perusahaan yang menciptakan robot pepper tersebut pada tahun 2012. Softbank kemudian diduga membayar 100 juta dollar hingga 80 persen saham Aldebaran dan 50 juta dollar yang dipergunakan untuk mempercepat sektor penelitian dan pengembangan.

Benar-benar mengagumkan ya sobat, ketika kita memiliki sebuah partner berbentuk robot yang bsia memahami perasaan kita. Mungkin sekian deh pengetahuan teknologi kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua ya. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates: