Fakta Unik dan Menarik Hiu Purba Raksasa Megalodon


Fakta Unik dan Menarik Hiu Purba Raksasa Megalodon - Laut, benar-benar sebuah ciptaan sang kuasa dengan segala keindahan yang menakjubkan maupun didalam maupun dari luarnya, tidak bisa dipungkir lagi tentang keindahan laut.

Well, dari keindahan laut tersebut, siapa sangka jika didalamnya terdapat "dark side" dari jaman dahulu yang mungkin saja tidak banyak orang mengetahuinya.

Benar-benar, ketika jaman purba dahulu, hukum alam sangatlah beringas yang pastinya lebih berbahaya dari sekarang. Ukuran hewan yang lebih besar lalu cara hidup yang berbeda pula yang membuatnya lebih berbahaya.

Tak terkecuali ekosistem dalam laut. Puncak predator yang ditakuti akan selalu ada saja. Jaman dulu, puncak predator saat itu adalah Megalodon.

Megalodon sendiri merupakan predator berbentuk hiu raksasa yang hidup jutaan tahun yang lalu. Sebagai hiu purba, pastinya ada beberapa fakta menarik yang sepatutnya kalian ketahui, bukankah begitu? Oleh karena itu, berikut adalah beberapa fakta hiu purba raksasa megalodon :

1. Ukuran yang Besar


Yah, kalo ini memang sudah menjadi ciri khas kebanyakan hewan purba sih. Hiu megalodon ini bisa mencapai panjang hingga lebih 60 kaki dan berat yang mampu mencapai 60 ton sehingga membuat makhluk ini bergelar Predator Terbesar dalam Sejarah Kehidupan

Sebagai perbandingan, hiu terbesar yang sekarang masih hidup adalah Hiu Putih yang besar maksimalnya hanya mampu mencapai 23 kaki dengan berat 3,5 ton saja. Ukuran tersebut tentu masih jauh ketimbang megalodon yang 3 kali panjang hiu putih dan 20 kali beratnya. Benar-benar ukuran yang fantastis untuk seekor predator.

Walaupun dalam ukuran, megalodon memang sangat besar, tapi untuk ukuran berat, Megalodon masih kalah dengan beberapa predator purba lainnya seperti Mosasaurus, Tylosaurus, dan Liopleurodon.

Bukan tanpa alasan, berat yang kalah ini disebabkan karena Megalodon yang tulangnya terbuat dari tulang rawan yang tidak pastinya tidak mudah untuk digambarkan menjadi kerangka utuh sehingga para ilmuan hanya meneliti giginya saja untuk mengira ukuran sebenar dari hiu raksasa ini.

Simpulan yang berbeda-beda pun terjadi terhadap banyak ilmuan karena terjadi perbedaan dalam cara pengukuran, metodologi. Alhasil, ukuran logis yang diterima saat ini berkisar antara 50 hingga 60 kaki saja.

2. Gigi yang Besar dan Mahal


Ukuran gigi rata-rata dari kebanyakan Megalodon dewasa adalah sekitar 4 hingga 5 inci. Tetapi, beberapa fosil gigi yang ditemukan ada yang lebih dari 7 inci panjangnya, salah satunya adalah berukuran 7,48 inci yang ditemukan di dekat daerah Ocucaje, Peru.

Jika menggunakan hiu putih untuk perbandingan, maka ukurannya sekitar 2 hingga 3 kali lipat dari ukuran gigi hiu putih yang biasanya hanya mencapai ukuran maksimal dibawah 3 inci yang mananya tentunya bisa menjadi simulasi ukuran rahang megalodon dalam kisaran 7 kaki yang cukup untuk melahap 1 keluarga penuh.

Nah, gigi 7 inci tersebut dihargai dengan nominal yang sangat tingginya yang mana satunya mencapai 50.000 USD atau sekitar 700 Juta. Coba kalian ke pantai dan mencarinya deh, siapa tau menemukannya dan menjadi kaya, hehe.

Untuk gigi yang sudah patah masih bisa dijual, tetapi dengan harga yang sedikit murah. Hal ini karena pada faktanya, gigi hiu megalodon bisa patah dan aus seiring waktu dan pertumbuhannya, jadi bisa disimpulkan akan sulit untuk menemukan yang benar-benar utuh. Ciri-ciri giginya sendiri adalah padat dan mudah disimulasikan pada komputer.

3. Megalodon Berbeda dengan Great White Shark


Jika masyarakat umum percaya megalodon berkaitan dengan hiu putih, dari bukti fosil membuktikkan bahwa sebenarnya megalodon tidak ada kaitan sebenarnya. Ketika hiu megalodon pertama kali disimulasikan berdasarkan fosil giginya pada tahun 1843, ia dimasukkan ke dalam genus yang sama dengan Hiu Putih Besar, genus carchrodon.

Kedua hiu tersebut sama-sama memiliki gigi besar bergerigi yang merupakan predator teratas pada zaman mereka masing-masing. Jadi, apakah kedua hiu tersebut serupa? seiring perkembangan ilmu tentang taksonomi hiu dan juga dengan penemuan fosil baru membuka pencerahan bagi masalah tersebut dan secara jelas asumsi tersebut ternyata salah yang akhirnya genus baru bernama Carcharocles diciptakan.

Hiu megalodon besar kemungkinan adalah generasi terakhir dari genus Chronospecies atau satu garis evolusi yang dapat dicari kembali 60 juta tahun ke hiu otodus. Pada saat yang bersamaan pula, penelitian menunjukan bahwa Hiu mako dan hiu putih memiliki kesamaan.

Fosil tersebut menunjukan bahwa kedua hiu itu mungkin adalah hasile evolusi dari Broad Tooth Mako yang telah punah yang bercabang sekitar 5 juta tahun silam. Jadi, berdasar pada apa yang ditunjukan media bila Megalodon dan hiu terkait erat, berita tersebut salah berkaitan dengan hasil bukti fosil dan pandangan konsensus diantara para pengobservasi.

4. Paus Sebagai Santapan Utama


Dengan ukurannya yang jumbo, tentu saja megalodon membutuhkan pasokan energi yang besar pula sehingga porsi makannya tidak akan segan-segan. Diasumsikan bahwa hiu megalodon dewasa mungkin akan mengkonsumsi lebih dari satu ton jumlah makanan perharinya.

Dari bukti fosil menunjukan bahwa hiu raksasa ini memangsa paus dan mamalia laut lainnya yang memiliki ukuran besar seperti Sapi Laut dan Singa Laut. Hal ini karena adanya fosil ikan paus yang ditemukan terlihat adanya bekas gigitan berukuran besar yang sama dengan ukuran gigi megalodon. 

5. Fosil yang Tersebar di Seluruh Dunia


Percaya atau tidak, tetapi pada faktanya, fosil gigi megalodon sudah ditemukan di seluruh penjuru dunia dari wilayah Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, serta Puerto Riko, Kuba, Jamaika, Kepulauan Canary, Selandia Baru, Jepang, Australia, Grenadines, India, Malta.

Hal ini tentu bisa menjadi bukti nyata bahwa megalodon tinggal di laut mana saja asalkan suhunya hangat dan ada sumber makanan yang banyak untuk memenuhi kebutuhan energinya yang super jumbo tersebut.

6. Gigigan Predator Terkuat yang Pernah Ada


Benar-benar kuat yang mana diyakini kekuatan gigitannya berkisar antara 24.000 sampai 40.000 pound atau jika dalam kilogram berati sekitar 10.900 sampai 18.100 kg.

Bayangkan saja, gigi tajam dengan kekuatan gigitan seperti itu, pasti apa saja bisa dirobek dengan mudah, apalagi untuk seekor paus ukuran kecil, tubuhnya akan mampu terbelah dua dengan mudah.

Dari kekuatan gigitan itu, kekuatan gigitan megalodon lebih kuat 6-10 kali dari gigitan hiu putih dan buaya serta 2-3 kali lebih kuat dari gigitan predator darat ganas bernama T-Rex yang gigitannya hanya sekitar 12.800 Pound.

7. Punah Sekitar 2,6 Juta Tahun Lalu


Sangat disayangkan, hiu Megalodon sudah punah sekitar 2,6 juta tahun yang silam. Penyebabnya adalah karena pada masa itu, Bumi sedang mengalami perubahan iklim yang sangat ekstrem yang mana secara tidak langsung maupun langsung mempengaruhi kehidupan sang predator kelas atas tersebut.

Samudra sangat dingin dan permukaan air laut turun, akhirnya banyak mamalia laut besar menjadi mati padahal, mamalia tersebut merupakan santapan utama dari megalodon. Jika sumber makanannya saja tidak ada, maka wajar jika Megalodon sekarang punah.

Nah, itulah beberapa fakta dari megalodon, benar-benar menakutkan bukan? apa yang akan terjadi ya jika megalodon masih ada di jaman sekarang, pasti seru.

Mungkin cukup sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan apabila terdapat salah kata, mohon dimaafkan. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates: