Review Anime Death March, Dunia Fantasy dengan Balutan Harem Menarik


Review Anime Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku - Berbicara mengenai anime di winter 2018, tidak ketinggalan juga anime yang mungkin sekilas mirip anime kondang Sword Art Online. Benar, dengan judul yang cukup panjang, sebut saja anime ini " Death March ", cukup trending setelah episode terakhirnya dirilis. Berikut informasi yang saya dapatkan dari MAL.

Tipe TV
Jumlah Episode S1 12
Status Selesai
Jadwal Tayang Januari 11 2018 - Maret 29 2018
Ditayangkan Winter 2018
Produser Sotsu, AT-X, DIVE II Entertainment, Tokyo MX, Avex Pictures, BS11, Kadokawa, KLab
Studio Silver Link., Connect
Diangkat dari Light Novel
Genre Adventure, Harem, Fantasy
Durasi 23 menit per episode

Dengan rating yang tebilang sedang dari situs MyAnimeList, setidaknya member yang mengikuti anime ini cukup banyak. Genre fantasy disertai harem memang sebuah keberanian yang patut kita atuti jempol, berhubung sudah cukup banyak yang menjajal paduan tersebut. Tetapi, dengan sentuhan yang cukup berbeda, anime ini bisa sedikit memberikan persektif yang berbeda. Baiklah, mari kita mulai dari sinopsis'nya terlebih dahulu.

Sinopsis

Menceritakan seorang programer 29 tahun bernama Suzuki Ichirou yang secara tidak sadar terjebak didalam dunia RPG fantasi. Didalam dunia tersebut, dia adalah seorang berusia 15 tahun bernama Satou. Pada awalnya dia mengira dia bermimpi, tetapi semua yang ia rasakan disitu tampak sangat nyata termasuk kesakitan karena hingga mengeluarkan darah. Dengan bekal kemampuan yang diciptakannya saat menjadi programer ( skill meteor ), dia bisa dengan mudah menghancurkan pasukan prajurit kadal dan menjadi level maksimal dalam sekejap. Satou berniat untuk mengakhir game ini segera, tapi bagaimana kelanjutannya?

Cerita yang Tidak Stabil

Dari awal episode, sampai setengah bagian menceritakan kehidupan sehari-hari seorang perjaka 29 tahun, Suzuki Ichirou yang sering mendapat tugas untuk memperbaiki sebuah bug pada game online yang dikembangkannya. Siapa sangka, bahkan dia sampai 3 hari tidak keluar rumah sehingga memaksa dirinya untuk tidur di kantor, tempat dimana ia bekerja. Tanpa sadar, ichirou terlempar ke dunia fantasy yang sangat mirip dengan game yang dikembangkannya.

Dari orientasi yang menarik, anime ini memang tidak membosankan di awalan cerita sehingga mampu mendistrak penonton untuk lebih lanjut menonton kelanjutan cerita yang suguhkan. Cerita yang mudah dipahami karena pada dasarnya merupakan "fantasy anime" yang mana kebanyakan alurnya sudah bisa ditebak akan seperti apa.

Karena alurnya yang sudah bisa ditebak, pada pertengahan episode hingga bagian konflik menurut saya sangatlah membosankan. Tidak ada pertarungan yang epic, dan tidak ada ketegangan yang berarti ketika menonton anime ini. Berhubungan genre yang disuguhkan adalah adventure dan fantasy, seharusnya produser mampu mengolah cerita anime ini agar tidak mudah ditebak layaknya anime fantasy pada umumnya.

Ending Season 1 yang Buruk

Disini saya berbicara apa adanya, bukan ada apanya. Belum menjelaskan apa-apa tentang kenapa Ichirou bisa terlempar ke dunia game, walaupun terdapat kemungkinan dia dipanggil untuk mengalahkan raja iblis atau karena panggilan dewa yang mencintainya sehingga ichirou berenkarnasi, semua masih belum jelas dan jelas-jelas membosankan dan juga menggantung sehingga dipastikan akan ada season 2'nya nanti.

Tetapi untuk penikmat harem mungkin bisa puas sedikit menonton anime ini karena benar-benar karakter yang ditunjukan memang kawai dan menggoda pada kaum adam.

Art yang Minimalis


Art yang ditampilkan disini cukup menyegarkan mata, dengan desain sederhana, kawai, dan minimalis menjadikan alasan kenapa saya betah untuk memperhatikan anime ini hingga akhir episode. Desain karakter yang menurut saya terbilang nyaris sempurna ini untuk ukuran 2D juga aspek yang patut dijadikan senjata seperti kirito KW alias satou. Monster yang ditampilkan disini juga memiliki desain yang lumayan untuk sebuah anime garapan silver link. 

Grafik Unggul dengan HUD Menarik


Grafik yang disuguhkan dalam anime ini memang membuat saya sedikit terkesima, apalagi bagian fight scene yang melibatkan efek-efek visual yang cetar. Walaupun bisa dikatakan kaku, tetapi tidak menjadi masalah dengan dukungan music dan art yang ada. 

Tapi yang paling menarik perhatian disini adalah tampilan HUD yang dipaparkan sangat membuatnya mirip dengan game online pada umumnya, dan inilah yang menjadikan anime ini menjadi menarik untuk kalian yang mencari genre adventure, fantasy dengan tema game.

Kesimpulan

Jadi, apakah anime ini worth untuk ditonton? jika kalian suka anime harem dengan art dan grafis yang bagus, mungkin anime ini cocok untuk dicoba, tetapi jika lebih mementingkan cerita yang berbobot, anime ini tidak saya sarankan walaupun hanya menurut persektif saya sendiri. Semua orang memiliki nilai sendiri ketika sudah menontonnya, dan berikut adalah nilai akhir saya :

Story : 7
Sound : 8
Grafik : 8
Enjoyment : 7.5
Nilai : 7.6

Nah, sekian review anime kali ini, semoga bisa menjadi pertimbangan kalian sebelum menonton anime ini, semoga bermanfaat dan apabila terdapat salah kata, mohon dimaafkan. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates: